Sabtu, 25 April 2009

Penyusunan Laporan

I. Pokok Bahasan : Penyusunan Laporan

II. Sub Pokok Bahasan :
1. Pengertian, fungsi, dan syarat laporan.
2. Jenis laporan.
3. Penyusunan laporan.
4. Pokok-pokok isi laporan.

III. Tujuan Khusus :
Warga belajar dapat memahami dan dapat membuat laporan.

IV. Uraian Materi Pengajaran :

A. Pengertian Laporan

Laporan adalah informasi yang diberikan oleh bawahan kepada atasan karena dasar tertentu. Dilihat dari definisi tersebut dapat diambil kesimpulan, bahwa laporan dibuat oleh pihak yang lebih rendah. Dasar penulisan bermacam– macam dapat berupa tugas, kewajiban, tanggung jawab, perintah, dan sejenisnya.

Sebuah laporan yang baik harus dibuat dengan memenuhi kriteria–kriteria tertentu di antaranya adalah obyektif, singkat, jelas, up to date, dan dapat dipertanggungjawabkan. Obyektif artinya tidak dibuat atas dasar kepentingan pembuatnya. Walaupun keobjektifan sebuah laporan itu sangat sulit dilakukan. Karena bagaimanapun perasaan penulis terlibat, tetap harus diusahakan semaksimal mungkin. Cara yang paling tepat adalah dengan membuat kriteria pengukuran berdasarkan angka–angka tertentu ( kuantitatif ) seperti satuan penghitungan dari 0 – 100, 1 – 10. dan sejeninya atau kriteria seperti hasil perkuliahan seperti A,B,C,D, dan E dan sejenisnya. Kriteria pengukuran kategori seperti baik, cukup, sedang, dan kurang menimbulkan kesalahan penafsiran. Contoh, mobil itu bagus. Kriteria bagus bagi orang yang mempunyai mobil baru dan orang yang baru mempunyai mobil terhadap kebagusan suatu mobil jelas sangat berbeda.

Singkat ( simple ), artinya hanya mencantumkan hal–hal pokok saja. Bila karena data pendukungnya banyak terpaksa laporan harus panjang, maka sebaiknya laporan dibuat dalam dua jenis. Satu jenis laporan berisi resume atau ringkasan laporan, sementara satu jenis lagi laporan lengkap. Resume laporan dibuat untuk mengetahui isi ringkas laporan sementara laporan lengkap berisi seluruh data pendukung diperuntukkan bagi pembaca yang ingin membaca laporan secara rinci dan lengkap.

Jelas ( clear ), artinya tidak bermakna atau penafsiran ganda. Jelas di sini lebih menekankan pada penggunaan bahasa. Penulis laporan hendaknya memahami benar kaidah penulisan dalam bahasa baku. Pemahaman tersebut sangat diperlukan agar kesimpulan, pendapat dan analisis yang dibuatnya tidak bermakna ganda. Bahasa yang baik akan menghasilkan kalimat yang dihasilkan sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh pembuatnya.

Tidak kedaluwarsa ( up to date ) berarti tidak kedaluwarsa atau ketinggalan jaman. Perkembangan ilmu dan teknologi yang begitu pesat menyebabkan arus informasi berkembang pesat pula. Pembuatan laporan pun tidak ketinggalan. Laporan yang baik harus didukung oleh data akurat dan tidak ketinggalan. Pembuat laporan harus memberikan data terbaru sebelum laporan selesai. Pengetahuan sumber–sumber informasi terbaru sangat mendukung pembuatan laporan up to date.

Dapat dipertanggungjawabkan ( responsibel ), artinya laporan didukung oleh data–data akurat bukan hanya rekaan. Bagaimanapun laporan menunjukkan tingkat krdibilitas pembuatnya sehingga pembuatan laporan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan hanya akan mencoreng nama baik pembuatnya. Tanggung jawab bukan hanya materi laporan, tetapi juga tanggung jawab terhadap pihak–pihak yang terkait dengan laporan.

B. Jenis–jenis Laporan

Jenis–jenis laporan dapat dilihat dari berbagai segi seperti isinya, waktu pembuatannya, bentuk, cara penyampaian, dan dari sumber informasinya. Dilihat dari segi isinya, laporan dapat dibedakan :

a.Laporan informatif ( information report )
Laporan informatif adalah laporan yang berisi hasil pengamatan dari pembuatan laporan. Laporan jenis ini penulis laporan tidak memasukkan pendapat maupun analisisnya. Contoh : Laporan Hasil Pelaksanaan Pemilu 2004.

b.Laporan rekomendasi ( recommendation report )
Laporan rekomendasi adalah laporan yang berisi hasil pengamatan dan pendapat penulis mengenai kejadian tersebut. Pendapat tersebut dapat berupa rekomendasi tertentu. Contoh, Laporan Hasil Pemilu 2004 dan Permasalahan yang Dihadapi.

c.Laporan analisis ( analysis report )
Laporan analisis adalah laporan yang berisi mengenai pengamatan, pendapat, dan perkiraan penulis untuk masalah yang sama di masa yang akan datang. Contoh, Laporan Gerakan Reformasi di Indonesia 2004 dan Prospek di Masa yang akan Datang.

d.Laporan pertanggungjawaban ( responsibility report )
Laporan pertanggungjawaban adalah laporan yang dibuat karena seseorang atau pihak diberi tugas tertentu. Laporan pertanggungjawaban dibuat pada waktu pelasanaan tugas selesai. Contoh, Laporan Peringatan 17 Agustus 2002 di RT 12 RW 01, Kel. Cilandak Timur. Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

e.Laporan kelaykaan ( feasibility report )
Laporan kelayakan adalah laporan yang berisi kesesuaian pihak yang dinilai dengan standar penilaian tertentu yang diberikan oleh seorang / badan setelah melakukan pengamatan dan penelitian tertentu. Contoh, Laporan Kelayakan Pemberian Kredit, PT. Indorama Jakarta Persada, Jln. Raya Pasar Minggu No. 43, Jakarta Selatan.



Dilihat dari waktu pembuatannya, laporan dapat dibedakan :

a.Laporan rutin ( rouitine report )
Laporan rutin adalah laporan yang dibuat rutin atau selalu setiap jangka waktu tertentu. Laporan rutin dapat berupa laporan harian, mingguan, bulanan, tahunan, dan sebagainya. Laporan rutin juga dapat berupa kejadian rutin atau tetap seperti laporan penerimaan mahasiswa baru pada suatu lembaga atau kampus, laporan keuangan pada perusahaan, dan sejenisnya.

b.Laporan khusus ( special report )
Laporan khusus adalah laporan yang dibuat karena khusus yang tidak terjadi pada situasi normal. Contoh, Laporan Gempa Bumi di Liwa, Lampung Selatan, Lampung Tahun 1997.

Dilihat dari segi penyampaiannya, laporan dapat dibedakan :

a.Laporan lisan
Laporan lisan adalah laporan yang dilakukan dengan bahasa verbal ( lewat ucapan ). Laporan jenis ini biasanya diberikan untuk pelaksanaan tugas sederhana. Contoh, laporan supir mengapa mengantarkan barang kepada konsumen terlambat.

b.Laporan tertulis
Laporan tertulis adalah laporan yang dibuat secara tertulis. Laporan ini biasanya diberikan untuk perintah yang kompleks dan rinci, jangka waktu pelaksanaannya lama, dan menyangkut banyak orang. Untuk jenis perintah ini pemberian laporan secara lisan tidak tepat karena sulit untuk dipelajari oleh penerimanya.



Dilihat dari sumber informasinya laporan dibagi menjadi :

a.Laporan dari sumber informasi primer
Adalah laporan yang dibuat berdasarkan tangan pertama sumber data. Contoh, Kebiasaan dan Adat Istiadat Suku Baduy, Pengamatan Sekilas 1999.
b.Laporan dari sumber informasi skunder
Adalah laporan yang dibuat berdasarkan informasi pihak ketiga. Laporan Piala Dunia 1998. Analisis Berita Koran 1999.


C.SISTEMATIKA PEMBUATAN LAPORAN

Sebelum membahas mengenai sistematika pembuatan laporan, perlu dipahami cara pemberian kode terlebih dahulu. Pemberian kode sangat perlu agar pembaca mudah memahami isi laporan dan sebagai pembatas antara satu bagian dengan bagian yang lain. Secara umum kode dibagi menjadi tiga yaitu :
a.Kode Angka,
Adalah kode yang dibuat dari angka–angka tertentu
Contoh :

I. PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah
1.1.1.Sejarah Singkat Departemen Tenaga Kerja

1.1.2.Kinerja Departemen Tenaga Kerja Tahun 1989 – 1999
1.2.Alasan Pemilihan Judul
1.3.Ruang Lingkup Masalah

II. MASALAH PENGANGGURAN DI INDONESIA
2.1.Jenis–jenis Pengangguran
2.2.Sebab–sebab Pengangguran
2.3.Cara Mengatasi Pengangguran

b.Kode Huruf
Adalah kode yang dibuat dengan huruf tertentu baik latin, arab, maupun romawi.
Contoh :

A. PENDAHULUAN
a.Latar Belakang Masalah
i.Sejarah Singkat Departemen Tenaga Kerja
ii.Kinerja Departemen Tenaga Kerja Tahun 1989 – 1999
b.Alasan Pemilihan Judul
c.Ruang Lingkup Masalah

B. MASALAH PENGANGGURAN DI INDPNESIA
a.Jenis–jenis Pengangguran
b.Sebab–sebab Pengangguran
c.Cara Mengatasi Pengangguran

c.Kode Gabungan
Adalah kode yang dibuat dengan gabungan antara huruf dan angka tertentu atau sebaliknya.
Contoh :

A. PENDAHULUAN
A.1.Latar Belakang Masalah
A.1.1.Sejarah Singkat Departemen Tenaga Kerja
A.1.2.Kinerja Departemen Tenaga Kerja Tahun 1989 – 1999
A.2.Alasan Pemilihan Judul
A.3.Ruang Lingkup Masalah

B. MASALAH PENGANGGURAN DI INDPNESIA
B.1.Jenis–jenis Pengangguran
B.2.Sebab–sebab Pengangguran
B.3.Cara Mengatasi Pengangguran

Setelah mempelajari cara pemberian kode, tahap berikutnya adalah memahami sistematika penulisan laporan. Sistematika adalah urutan atau rangkaian berdasarkan urutan tertentu. Sistematika akan memudahkan pembaca laporan memahami isi laporan sekaligus dapat mencerminkan kemampuan penulisnya. Secara umum sistematika penulisan laporan dapat dibagi menjadi empat, yaitu :

a.Judul
Judul laporan berisi mengenai nama laporan, tempat kegiatan yang dilaporkan berada, nama orang atau pihak pembuat dan jabatannya, tahun pembuatan, dan nama penerbitannya ( jika diterbitkan ). Contoh, Laporan Perkembangan Hasil Belajar Siswa Jurusan Sekretaris Tahun Ajaran 1998 / 1999. Disusun oleh Dra. Euis Winarti, Ketua Jurusan Sekretaris, LP3I Cabang Kramata, Jakarta, 1999.

b.Pendahuluan
Pendahuluan sebenarnya sudah merupakan bagian dari isi laporan. Pendahuluan berfungsi sebagai pengantar sebelum sampai pada isi laporan sebenarnya. Pendahuluan biasanya berisi dasar pembuatan laporan, cara pembuatan laporan, dan ruang lingkup atau batasan laporan.
Dasar pembuatan laporan merupakan alasan apa yang membuat suatu laporan harus dibuat. Dasar pembuatan laporan dapat berasal dari peraturan, tugas, surat keputusan, peraturan perundang–undangan. Cara pembuatan laporan dapat berupa metode atau cara laporan dibuat atau cara pengumpulan data dilakukan. Cara pembuatan laporan dibuat untuk menilai tingkat kepercayaan laporan. Ruang lingkup laporan merupakan pagar yang membatasi laporan agar punya batasan yang jelas. Ruang lingkup menunjukkan cakupan laporan.

c.Isi Laporan
Isi laporan merupakan inti dari permasalahan yang ingin dijabarkan. Agar isi laporan dapat sahih ( dapat dipertanggungjawabkan ), maka seharusnya isi laporan diisi pula dengan data–data pendukung. Data pendukung dapat berupa foto ( untuk kegiatan ), bon, faktur, kwitansi ( untuk pembayaran ), bukti fisik ( untuk kriminal ), berita acara ( untuk penyerahan barang ), dan sejenisnya.

Isi laporan biasanya dibagi duabagian, disesuaikan dengan jenis laporannya. Bagian pertama berisi pemaparan fakta, sementara bagian lainnya berisi pertanggungjawaban, analisis, dan opini dari pembuatnya. Pembagian menjadi dua bagian sangat penting karena akan lebih memudahkan pembacaan dan penganalisisan laporan.

d.Penutup
Isi laporan biasanya berupa tiga hal yaitu kesimpulan, kritik dan saran serta lampiran. Kesimpulan berisi ringkasan dari isi laporan, kritik dan saran diberikan khusus untuk jenis laporan selain laporan informatif, yaitu berisi mengenai pendapat penulis mengenai hasil kesimpulan. Lampiran berisi mengenai data–data pendukung.

Contoh kasus pembuatan laporan :
Evi Rosita berdasarkan rapat Karang Taruna Indah Sari ditunjuk sebagai Ketua Panitia Peringatan 17 Agustus di Kelurahan Cilandak Barat. Setelah acara tersebut selesai ia memberikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan acara. Buatlah laporan untuk kasus tersebut !

Contoh laporan pertanggung jawaban :

Laporan Pertanggungjawaban Acara Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2002 di Kelurahan Cilandak Barat


Laporan Ini Disusun oleh Panitia Acara Hari Kemerdekaan sebagai Pertanggungjawaban Panitia dalam Penyelenggaraan Acara 2002

A. PENDAHULUAN

A.1.Latar Belakang Masalah
Berdasarkan rapat yang dilakukan tanggal 15 Juli 2002 yang bertempat di Sekretariat Karang Taruna Indah Sari telah diputuskan susunan kepengurusan Panitia Pelaksanaan Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2002. Adapun susunan kepengurusan hasil musyawarah tersebut adalah :
Pelindung : Bapak H. Isnaeni ( Lurah Cilandak Barat )
Ketua Panitia : Evi Rosita
Wakil Ketua : Rustanto Raharjo
Sekretaris : Lusy Retnowati
Bendahara : Ricka Avrianti
Sie Keamanan :
Purwoko
Gentho Raharjo
Sie Acara :
Kristin Natalia
Julius Atmaja
Sie Perlengkapan :
Kustanto
Abel Manurung
Sie Umum :
Gendut Haryanto
Ridwan Manaf

Panitia tersebut telah bertugas mulai dibentuknya susunan kepengurusan hingga saat ini. Karena acara tersebut merupakan acara umum maka di pandang perlu untuk menyusun laporan ini sebagai wujud pertanggungjawaban panitia. Tim penyusun berharap agar pembaca dapat memberikan masukan terhadap laporan ini demi perbaikan acara di masa yang akan datang.

A.2.Cara Penulisan Laporan
Laporan ini disusun berdasarkan laporan per seksi, setiap seksi mendapatkan anggaran sesuai proposal yang diberikan sebelumnya. Bersama laporan ini kami lampirkan proposal anggaran dan acara per seksi.

A.3.Ruang Lingkup Laporan
Laporan ini membatasi masalah pada segi anggaran dan penggunaan dana. Laporan pelaksanaan acara secara detail ditulis pada bagian lain berdasarkan hasil kerja per seksi.

B. ISI LAPORAN

B.1.Laporan Setiap Kegiatan
Kegiatan di acara peringatan hari kemerdekaan RI ke–53 Tahun 2002 adalah sebagai berikut :

B.1.1. Bhakti Sosial
Acara bhakti sosial dilakukan dengan membersihkan lingkungan jalan di Kelurahan Cilandak Barat, membersihkan dan mengecat rumah ibadah, dan membangun pos jaga.Perincian anggaran untuk masing–masing acara tersebut adalah :

Anggaran Acara Bhakti Sosial :
No Jenis Anggaran Rencana Anggaran
Pelaksanaan
Saldo
1. Kebersihan lingkungan Rp 900.000,00 Rp 800.000,00 Rp 100.000,00
2. Membersihkan rumah
ibadah Rp 750.000,00 Rp 800.000,00 Rp 50.000,00
3. Membangun pos jaga Rp 2.500.000,00 Rp 2.250.500,00 Rp 250.000,00
Jumlah Rp 4.150.000,00 Rp 3.850.000,00 Rp 300.000,00

B.1.2. Santunan Anak Yatim
Santunan anak yatim diberikan 4 ( empat ) Rukun Warga ( RW ) masing–masing RW 01, RW 03, RW 05, dan RW 06. Penentuan jumlah RW yang diberikan sumbangan diputuskan dalam rapat terdahulu dengan pertimbangan RW lain sudah mampu atau sudah mendapatkan pada acara tahun sebelumnya. Perincian anggaran untuk masing–masing RW adalah :

Anggaran Santunan Anak Yatim :
No Jenis Anggaran Rencana Anggaran
Pelaksanaan
Saldo
1. RW 01 Rp 750.000,00 Rp 750.000,00 0,00
2. RW 03 Rp 750.000,00 Rp 750.000,00 0,00
3. RW 05 Rp 750.000,00 Rp 750.000,00 0,00
4. RW 06 Rp 750.000,00 Rp 650.000,00 Rp 100.000,00
Jumlah Rp 3.000.000,00 Rp 2.900.000,00 Rp 100.000,00

Catatan : Rincian penggunaan dana terlampir.

B.1.3.Malam Apresiasi Seni
Malam apresiasi seni dilakukan dengan maksud menampung aspirasi kaum muda untuk menyalurkan bakat seni yang dimilikinya dalam jalur yang positif dan memberikan hiburan kepada masyarakat. Malam aspresiasi seni dilakukan dalam pertunjukan yang dilakukan per RW. Masing–masing RW diberikan dana Rp. 500.000,00. Total 10 RW sehingga total anggaran Rp 5.000.000,00 ( lima juta rupiah ). Penggunaan dana diserahkan pada tiap–tiap RW.

B.2.Analisis Panitia Per Kegiatan

B.2.1.Acara Bhakti Sosial
Acara bhakti sosial mempunyai manfaat yang besar sekali, terbukti dari tanggapan anggota masyarakat yang sangat mendukung acara ini. Panitia berharap untuk acara di tahun berikutnya hari pelaksanaan bhakti sosial ditambah satu hari yaitu Sabtu dan Minggu untuk memberikan pilihan kepada warga dan anggaran di tambah dengan renovasi sarana umum. Untuk itu diperlukan dana iuran bulanan dari masing–masing warga. Pelaksanaan bhakti sosial sebaiknya dilakukan dua kali setahun.

B.2.2.Santunan Anak Yatim
Menurut analisis panitia pelaksanaan. Anggaran untuk jenis kegiatan ini perlu ditambah dan mekanisme perlu diubah. Pemberian santunan harus diberikan merata setiap RW. Kecuali RW tersebut mengajukan usulan penurunan dana santunan karena memandang warganya relatif mampu. Persamaan tersebut dilakukan agar semua RW mendapat perhatian yang sama.

B.2.3.Acara Malam Apresiasi Seni
Acara malam apresiasi seni memerlukan beberapa perubahan. Perubahan tersebut baik dari format acara maupun penggunaan dana. Hal itu terpaksa dilakukan karena begitu banyaknya aspirasi warga terhadap format acara. Terutama dari golongan tua dan muda. Dari segi format terutama mengenai bentuk acaranya. Kaum muda menginginkan acara pentas musik dangdut dan musik modern lainnya. Sementara golongan tua mengharapkan acara keroncong dan wayang. Panitia berharap pada pelaksanaan tahun berikutnya mempertimbangkan hal ini.

Sementara dari segi anggaran banyak pihak yang meminta agar dikurangi. Sisa hasil pengurangan tersebut dialokasikan untuk santunan anak yatim. Penitia memandang pertimbangan tersebut sangat positif sehingga perlu dipertimbangkan dalam kepanitiaan berikutnya.

C. PENUTUP

C.1.Kesimpulan
Dari evaluasi perencanaan dan pelaksanaan acara Panitia Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke–53 berkesimpulan :
1.Secara umum berlangsung sukses sesuai dengan rencana. Walaupun pada beberapa jenis perlu adanya perbaikan.
2.Karjasama dan rasa tanggung jawab warga cukup tinggi hal ini terlihat dari partisipasi mereka baik dari segi moril maupun finansial.

C.2. Kritik dan Saran
C.2.1.Kritik
Kritik panitia pelaksana terhadap perencanaan dan pelaksanaan acara Panitia Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke–53 di antaranya :
1.Perencanaan harusnya dilakukan paling lambat dua bulan sebelum acara dimulai untuk menghindari ketergesaan penyusunan dan pelaksanaan acara.
2.Puncak acara dilakukan bergilir antar RW agar terjadi azas persamaan.
3.Panitia pelaksana ( Panpel ) diberikan per RW dan dilakukan secara bergilir agar masing–masing RW mempunyai rasa memiliki.

C.2.2.Saran
Saran panitia pelaksana terhadap perencanaan dan pelaksanaan acara Panitia Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke–53 di antaranya :
1.Acara, terutama bhakti sosial dan santunan anak yatim perlu dilakukan lebih sering lagi, karena mempunyai manfaat yang baik bagi warga.
2.Perlunya koordinasi yang lebih baik antara panitia dan warga hingga meminimumkan kesalahpahaman.

C.2.3. Lampira-lampiran pada laporan ini adalah :
1.Proposal Acara Panitia Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke–53 di Kelurahan Cilandak Barat.
2.Penggunaan anggaran per acara.
3.Bon, kwitansi, dan faktur pendukung penggunaan anggaran.
4.Proposal untuk acara tahun berikutnya.


Jakarta, 20 Agustus 2002
Sekretaris, Ketua Panitia,


Lusi Retnowati Evi Rosita



Mengetahui :
Lurah Cilandak Barat,


H. Isnaeni


D. Latihan :

Kerjakan latihan–latihan berikut ini secara singkat, jelas, dan benar ! Bacalah soal baik-baik sebelum mengerjakan ! Tanyakanlah hal-hal yang belum jelas kepada dosen Anda. Hal-hal yang tidak terdapat dalam soal dapat Anda kerjakan sendiri dengan tetap berpedoman pada kaidah penulisan surat yang baik !

1.Anda bekerja sebgai seorang sekertaris di PT Sun Jaya Mega Sentosa, Jln Pramuka Kav. 15 Jakarta Pusat. Perusahaan tempat Anda bekerja mempunyai tiga cabang yaitu cabang Semarang,. Medan, dan Balikpapan. Pada hari ini Anda telah selesai mendapingi pimpinan Anda yang melakukan perjalanan dinas ke luar kota meninjau perkembangan usaha di cabang Semarang selama tiga hari. Hal-hal apakah yang harus Anda camtumkan bila Anda diminta untuk membuatkan laporan perjalanan dinasnya, Buatlah laporan perjalanan dinas atasan Anda !

2.Anda bekerja sebagai seorang sekretaris di PT Sunex Glass Pratama, Kawasan Industri Pulo Gedung Jln. Pulo Raya No. 34 Jakarta Timur. Salah satu tugas Anda adalah mengelola kas kecil untuk keperluan pimpinan Anda. Hal-hal apa sajakah yang harus Anda cantumkan dalam menyusun laporan penggunaan kas tersebut? Buatlah laporan penggunaan kas kecil !

3.Buatlah laporan kegiatan harian Anda seminggu terakhir ini !

V. Metode Pengajaran :
1. Presentasi.
2. Diskusi.
3. Latihan.
4. Penugasan.

VI. Sumber Pengajaran :
1. Korespondensi Indonesia, jilid 1 dan 2, oleh Zein Achmad & Wahyono, Penerbit LP3I.
2. Aneka Surat Sekretaris dan Bisnis Indonesia, oleh Lamuddin Finosa, Penerbit Mawar Gempita.
3. Aneka Surat Statuta, Laporan, dan Notula, oleh Lamuddin Finosa, Penerbit Mawar Gempita.

VII. Evaluasi :
Setelah Anda mempelajari materi kuliah, maka Anda dapat mengerjakan tugas berikut, dengan cara mendownload dan kirimkan jawaban Anda ke email : eisya.management@yahoo.co.id

Tugas Anda !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar